top of page

INSOMNIA


sumber : freepik.com

Sobat health promoters pernah mendengar kata insomnia nggak sih? Pasti cukup familiar dengan kata insomnia kan? Sebenarnya apa sih insomnia itu? Secara harfiah, insomnia berasal dari bahasa latin, yaitu ‘in’ yang artinya tidak atau tanpa, dan ‘somnus’ yang berarti tidur. Insomnia yang berarti tidak dapat tidur atau kesulitan tidur. Insomnia ini bisa dialami oleh siapa saja, di Indonesia sendiri prevalensi penderita insomnia diperkirakan mencapai 10%, kira-kira 23 juta penduduk Indonesia diantara 283 juta jiwa mengalami insomnia. Insomnia biasanya ditandai dengan ketidakpuasan terhadap kuantitas maupun kualitas tidur seseorang dan kesulitan untuk mempertahankan atau memulai tidur. Insomnia terjadi karena beberapa hal, salah satunya karena perubahan jadwal tidur. Namun bisa juga terjadi karena penggunaan obat-obatan, trauma, ataupun karena kondisi fisik lainnya, seperti parkinson, demensia, penyakit endokrin, dll.


Insomnia yang terjadi pada setiap orang dapat berbeda-beda, karena insomnia sleep onset biasanya orang yang mengalaminya akan kesulitan untuk memulai tidur. Namun orang yang sering terbangun kemudian terjaga sepanjang malam juga termasuk kedalam kategori insomnia. Kemudian yang terakhir, seseorang yang menderita insomnia terbangun ketika pagi dan mengalami kesulitan untuk tidur kembali, meskipun jam tidurnya masih kurang. Insomnia juga dapat disertai dengan gangguan mental lainnya, seperti depresi dan anxiety atau kecemasan. Jika beberapa hal tersebut terjadi selama tiga kali dalam seminggu, selama minimal satu bulan terakhir, sobat health promoters dapat konsultasi pada dokter di rumah sakit terdekat.


Mengapa perlu konsultasi? Perlu sobat health promoters ketahui, insomnia ini dapat mengganggu pekerjaan, aktivitas sosial, serta kondisi kesehatan sobat health promoters. Ketika malam hari sobat health promoters mengalami kurang tidur, akan menurunkan tingkat konsentrasi yang nantinya akan berdampak besar pada aktivitas sobat health promoters. Untuk itu, penting bagi sobat health promoters jika mengalami beberapa hal di atas segera konsultasi dan periksakan ke dokter atau ahli medis lainnya.








sumber :

- Hopwood, C. J., Thomas, K. M., Markon, K. E., Wright, A. G., & Krueger, R. F. (2012). DSM-5 personality traits and DSM–IV personality disorders. Journal of abnormal psychology, 121(2), 424

- Riba, F. J., & World Health Organization. (1993). Insomnia: behavioural and cognitive interventions (No. WHO/MNH/PSF/93.2. H. Unpublished). World Health Organization.

- Olii, N., Kepel, B. J., & Silolonga, W. (2018). Hubungan Kejadian Insomnia dengan Konsentrasi Belajar Pada Mahasiswa Semester V Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. JURNAL KEPERAWATAN, 6(1).


6 views0 comments

Recent Posts

See All

Comments


bottom of page