top of page

Hari Sindrom Lennox Gastaut


source : google.com


Tanggal 1 November diperingati sebagai hari sindrom lennox gastaut atau SLG. Sindrom ini memang belum begitu familiar di Indonesia, sehingga beberapa dari masyarakat belum begitu mengenal sindrom ini. Sindrom lennox gastaut merupakan salah satu tipe epilepsi yang penderitanya jauh lebih sering mengalami kejang (dikelompokkan sebagai salah satu bentuk intractable epilepsi), tak jarang pasien SLG diikuti dengan keterlambatan intelektual.


Tipe kejang yang dialami oleh pasien sindrom lennox gastaut pun bisa berbeda-beda, biasanya pada pasien SLG mengalami tipe kejang tonic dan atonic. Tipe kejang atonic merupakan keadaan dimana pasien kehilangan kontrol otot-ototnya dan dapat jatuh, kejang ini biasanya hanya berlangsung beberapa detik. Sedangkan kejang atonic, merupakan keadaan dimana tubuh pasien menjadi kaku, berlangsung selama beberapa detik hingga satu menit, kejang ini biasanya terjadi ketika pasien sedang tidur, jika terjadi ketika pasien bangun, kemungkinan besar akan jatuh. Sindrom lennox gastaut ini bermanifestasi pada anak prasekolah, sekitar usia 1-8 tahun.


Seperti pernyataan diatas, sindrom lennox gastaut ini belum begitu familiar. Salah satunya karena SLG ini sangat kecil terjadi, kira-kira 0,5/100.000 per tahun pada anak-anak kurang dari 10 tahun, atau kira-kira hampir 1% diantara epilepsi anak. Perbandingan pasien SLG laki-laki dengan perempuan sebesar 20:14. Karena kasusnya yang begitu kecil, tak jarang SLG ini mengalami kesalahan diagnosis. Kesalahan diagnosis ini terjadi hingga 37% kasus dari 103 penderita.


Hal tersebut berpengaruh terhadap penyembuhan SLG, hingga saat ini masih belum ditemukan obat antiepilepsi yang benar-benar efektif dalam mengatasi sindrom ini. Padahal kejang pada pasien SLG ini cukup sulit untuk dikendalikan dan membutuhkan perawatan khusus seumur hidup. Sindrom lennox gastaut ini disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya seperti adanya faktor genetik, cacat otak struktural, dan gangguan metabolisme otak.


Sehingga apabila, anak-anak disekitar anda mengalami gejala atau kejang yang lebih sering dengan tipe kejang yang berbeda-beda dalam beberapa waktu, segera cek dan periksakan ke rumah sakit terdekat, untuk skrining lebih lanjut.




Referensi :

Wijayanto, T., & Masloman, N. (2005). Sindrom Lennox-Gastaut. https://adoc.pub/queue/sindrom-lennox-gastaut.html


11 views0 comments

Recent Posts

See All

Comentários


bottom of page